Para peneliti di Turki pada Kamis (24/12) menyebut vaksin tersebut memiliki efektivitas mencapai 91,25 persen, atau berpotensi jauh lebih baik daripada yang dilaporkan dalam uji coba di Brasil.
Dikutip dari
Associated Press, para peneliti juga mengatakan tidak ada efek samping utama yang terlihat selama uji coba, kecuali satu orang yang memiliki reaksi alergi.
"Efek samping yang umum disebabkan oleh vaksin tersebut adalah demam, nyeri ringan, dan sedikit kelelahan," terang para peneliti.
Uji coba Sinovac di Turki sudah dimulai sejak 14 September dengan melibatkan lebih dari 7.000 sukarelawan.
Menteri Kesehatan Fahrettin koca mengatakan, 26 dari 29 orang yang terinfeksi selama uji coba diberi plasebo. Uji coba akan berlanjut hingga 40 orang terinfeksi.
Temuan awal saat ini menunjukkan para sukarelawan memiliki efek samping minimal setelah suntikan, sehingga dianggap aman.
"Kami sekarang yakin vaksin itu efektif dan aman (untuk digunakan) pada orang-orang Turki," kata Koca.
"Meski berisiko, kami melihat gambaran yang sangat ringan di mana tes PCR tiga orang positif, tanpa demam atau masalah pernapasan," lanjutnya.
Turki sendiri sudah sepakat untuk membeli 50 juta dosis vaksin Sinovac. Sebanyak 3 juta dosis akan tiba pada Senin (28/12).