Ada Batu Nisan Bertuliskan Nama Trump Di Taman Hiburan Taiwan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 11 November 2020, 10:37 WIB
Ada Batu Nisan Bertuliskan Nama Trump Di Taman Hiburan Taiwan
Hiasan batu nisan yang gegerkan warga Thailand karena bertuliskan nama Trump/Net
rmol news logo Sebuah taman hiburan Taiwan mengeluarkan permintaan maaf resmi atas insiden batu nisan bertuliskan nama Presiden Donald Trump selama parade perayaan Halloween.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (8/11), saat berlangsung acara 'Zombie Demon Parade' di Leofoo Village Theme Park di Kotapraja Guanxi Kabupaten Hsinchu.

Salah satu kendaraan hias yang ikut dalam perayaan tersebut terlihat menampilkan peti mati, sekop, dan batu nisan bertuliskan nama keluarga 'Trump' di atasnya.

Parade tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai 'Hollywood Monster and Zombie Demon Parade', adalah bagian dari ekstravaganza Halloween tahunan yang diadakan taman hiburan itu di dalam mockup kota Wild West yang disebut 'Tombstone'.

Selama pertunjukan klimaks setelah parade pada hari Minggu, peti mati Trump diombang-ambingkan dalam tarian pemakaman Ghana dengan irama dramatis 'Carmina Burana' karya Carl Orff diiringi tarian peserta berkostum setan dan mayat hidup.

Ketika ditanya tentang inspirasi apa yang membuat mereka berpikir untuk membuat batu nisan viral itu, salah satu penyelenggara mengatakan kepada Taiwan News bahwa "Orang yang membuatnya hanya menulis apa saja."

Batu nisan itu diketahui dibuat sekitar seminggu sebelum acara. Salah satu pengisi acara berkomentar, "Ini waktu yang tepat," seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (10/11).

Di Taiwan, Donald Trump lebih disukai daripada Presiden terpilih Joe Biden. Tercatat 42 persen orang Taiwan menyukai Trump dibandingkan dengan 30 persen yang lebih memilih Biden.

Beragam tanggapan datang setelah foto dan video parade itu beredar luas. Beberapa orang Taiwan menganggap batu nisan itu sendiri sebagai pertanda buruk, karena mencantumkan tahun lahir Trump yang sebenarnya, dan percaya peti mati itu dapat membawa malapetaka baginya.

Menanggapi keributan di kalangan netizen Taiwan, taman tersebut memposting permintaan maaf resmi di halaman Facebook resminya pada Selasa (10/11) pagi waktu setempat. Mereka menyatakan bahwa kendaraan hias tidak dikonfigurasi dengan benar tetapi taman tersebut gagal memahami detail acara dan "memenuhi tanggung jawabnya untuk pengawasan dan pengelolaan."

Taman wisata tersebut bersumpah bahwa ia tidak memiliki motif politik di balik insiden 'batu nisan' itu. Mereka mengatakan bahwa deskripsi di batu nisan itu dibuat-buat, dan bahwa setiap kemiripan dengan orang yang masih hidup adalah murni "kebetulan".

Taman tersebut berjanji bahwa di masa depan, akan meningkatkan standarnya sendiri dan secara ketat meninjau detail pertunjukan. rmol news logo article
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA