Walau Trump Kalah, Iran Tak Akan Berhenti Menghukum Pembunuh Letjen Qassem Soleimani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 10 November 2020, 10:43 WIB
Walau Trump Kalah, Iran Tak Akan Berhenti Menghukum Pembunuh Letjen Qassem Soleimani
Komandan Pasukan Quds IRGC, Letnan Jenderal Qassem Soleimani/Net
rmol news logo Iran tidak akan berhenti mencari keadilan bagi Letnan Jenderal Qassem Soleimani yang meninggal dalam serangan udara Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden Donald Trump sudah angkat kaki dari Gedung Putih.

Begitu janji yang dikatakan oleh Kepala Kehakiman Hojatoleslam Seyyed Ebrahim Ra'eisi dalam sidang Dewan Tertinggi Kehakiman pada Senin (9/11), seperti dimuat Pars Today.

Ra'eisi mengatakan, meskipun seorang "teroris" telah diusir dari Gedung Putih, Iran tidak akan menyerah untuk menghukum mereka yang membunuh Komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Pembunuhan tokoh internasional terkemuka dalam perang melawan terorisme adalah tindakan kejam, tidak hanya terhadap bangsa Iran, tetapi juga terhadap semua negara regional dan Muslim," tambah Ra'eisi.

Pada 3 Januari, Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak yang menargetkan konvoi militer Soleimani ketika tiba di Bandara Internasional Baghdad atas undangan pemerintah Irak.

Selain menewaskan Soleimani, serangan itu juga menggugurkan Wakil Komando Kedua Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, serta delapan orang Iran dan Irak lainnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA