Bahkan mereka menyiapkan berbagai strategi untuk menjaring dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu. Misalnya dengan melakukan berbagai sosialisasi di banyak tempat, termasuk kantor pembuatan SIM dan urusan kependudukan lainnya.
"Di sekolah-sekolah high school, kemudian college mahasiswa-mahasiswa didatengin oleh relawan-relawan agar mendaftar sebagai voters," ujar Dosen STIA LAN Jakarta, Ratri Istania, dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).
Selain itu, setiap pemimpin, kata Ratri juga selalu berusaha untuk menjaga janji-janjinya bisa terealisasi.
Hal itu lah yang menurut Ratri membuat petahana, Presiden Donald Trump panik ketika pandemi Covid-19 melanda. Pasalnya visi-visinya terkait keimigrasian dan pertumbuhan ekonomi dalam slogan "Make America Great Again" menjadi sulit terealisasi.
Bukan hanya dalam tingkat pejabat tinggi, para pejabat daerah pun melakukan hal yang sama.
"Bagaimana kandidat bisa menjaga janji-janjinya bisa ditiru di Indonesia," pungkas Ratri.
BERITA TERKAIT: