Belajar Dari Pemilu AS Dengan Memanjakan Pemilih Dan Menjaga Janji Kampanye

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 15 Oktober 2020, 14:09 WIB
Belajar Dari Pemilu AS Dengan Memanjakan Pemilih Dan Menjaga Janji Kampanye
Dosen STIA LAN Jakarta, Ratri Istania dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis, 15 Oktober 2020/RMOL
rmol news logo Amerika Serikat (AS) dikenal sangat memanjakan para pemilih. Para politisi dan partai berusaha untuk mendapatkan hati pemilih menggunakan berbagai cara.

Bahkan mereka menyiapkan berbagai strategi untuk menjaring dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu. Misalnya dengan melakukan berbagai sosialisasi di banyak tempat, termasuk kantor pembuatan SIM dan urusan kependudukan lainnya.

"Di sekolah-sekolah high school, kemudian college mahasiswa-mahasiswa didatengin oleh relawan-relawan agar mendaftar sebagai voters," ujar Dosen STIA LAN Jakarta, Ratri Istania, dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).

Selain itu, setiap pemimpin, kata Ratri juga selalu berusaha untuk menjaga janji-janjinya bisa terealisasi.

Hal itu lah yang menurut Ratri membuat petahana, Presiden Donald Trump panik ketika pandemi Covid-19 melanda. Pasalnya visi-visinya terkait keimigrasian dan pertumbuhan ekonomi dalam slogan "Make America Great Again" menjadi sulit terealisasi.

Bukan hanya dalam tingkat pejabat tinggi, para pejabat daerah pun melakukan hal yang sama.

"Bagaimana kandidat bisa menjaga janji-janjinya bisa ditiru di Indonesia," pungkas Ratri. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA