Diaspora: Pemerintah AS Membuat Media Tidak Bisa Dipercaya Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 15 Oktober 2020, 13:56 WIB
Diaspora: Pemerintah AS Membuat Media Tidak Bisa Dipercaya Lagi
Media-media di Amerika Serikat/Net
rmol news logo Seorang diaspora Indonesia yang saat ini menjadi warga negara Amerika Serikat (AS), Hengky Chiok, mengaku telah kehilangan kepercayaan terhadap media.

Pasalnya, media yang seharusnya berada di tengah, justri ikut terpolarisasi dalam perseteruan politik dalam pemilihan di AS.

"Pemerintah itu betul-betul membuat media nggak bisa dipercaya lagi. Saya salah satu orang yang berhenti nonton TV," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).

"Saya nonton Fox, ya semuanya Trump. Saya baca MSNBC, semuanya Demokrat. Dulu CNN masih dianggap tengah, sekarang CNN jadi berita," sambung dia.

Ia menjelaskan, CNN kerap kali membuat proyeksi-proyeksi yang justru dipertanyakan validitasnya.

Saat ini pun, CNN dikhawatirkan berusaha untuk mempengaruhi pemilih di daerah-daerah saat pemilihan berlangsung. Misalnya, ketika pemungutan suara di Pantai Timur ditutup, maka CNN akan memberikan proyeksi yang dapat mempengaruhi pemilih di daerh dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masih terbuka. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA