Pasalnya, media yang seharusnya berada di tengah, justri ikut terpolarisasi dalam perseteruan politik dalam pemilihan di AS.
"Pemerintah itu betul-betul membuat media nggak bisa dipercaya lagi. Saya salah satu orang yang berhenti nonton TV," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).
"Saya nonton Fox, ya semuanya Trump. Saya baca MSNBC, semuanya Demokrat. Dulu CNN masih dianggap tengah, sekarang CNN jadi berita," sambung dia.
Ia menjelaskan, CNN kerap kali membuat proyeksi-proyeksi yang justru dipertanyakan validitasnya.
Saat ini pun, CNN dikhawatirkan berusaha untuk mempengaruhi pemilih di daerah-daerah saat pemilihan berlangsung. Misalnya, ketika pemungutan suara di Pantai Timur ditutup, maka CNN akan memberikan proyeksi yang dapat mempengaruhi pemilih di daerh dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masih terbuka.
BERITA TERKAIT: