Begitu yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Beigun pada sesi pembukaan India-US Forum di New Delhi pada Senin (12/10). Kunjungan tiga hari Beigun ke India tampak memiliki agenda penting untuk membangun aliansi melawan China.
"India memiliki tradisi otonomi strategis yang kuat dan membanggakan, dan kami menghormati itu. Kami tidak berusaha mengubah tradisi India," kata Beigun, seperti dikutip
AP.
"Sebaliknya, kami ingin mengeksplorasi bagaimana memberdayakan kemampuan India untuk mempertahankan kedaulatan dan demokrasi sendiri, serta untuk memajukan kepentingan di seluruh kawasan Indo-Pasifik," sambungnya.
Diplomat top nomor dua di AS itu menyebut, saat ini penjualan militer dan pembagian informasi interlijen telah dilakukan antara Washington dan New Delhi.
"Namun masih banyak yang bisa kita lakukan, termasuk memperkuat kemampuan India untuk mempertahankan diri dan dengan mempromosikan interoperabilitas di antara militer (kedua negara)," sambung dia.
Sayangnya, Biegun mengatakan, kebangkitan China di kawasan itu membuat tujuan tersebut terhambat.
"Tentu saja, saat kami maju ke arah ini, ada seekot gajah di dalam ruangan: China," tegasnya.
Ia pun mengatakan, kemitraan empat negara Quad (AS, India, Jepang, Australia) didorong oleh kepentingan bersama untuk melawan China di kawasan yang semakin agresif.
"Setiap negara yang ingin kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka serta bersedia mengambil langkah-langkah untuk memastikannya harus disambut untuk bekerja sama dengan kami," lanjutnya.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan mitra-mitranya dari kelompok Quad.
Ketika itu, Pompeo mengatakan, tindakan China yang semakin tegas di seluruh kawasan membuat Quad menjadi lebih penting. Ia pun meminta agar negara-negara Quad bekerja sama melindungi satu sama lain dari eksploitasi, korupsi, dan pemaksaan China.
BERITA TERKAIT: