Berdasarkan jajak pendapat nasional dan negara bagian, dukungan untuk Biden dan Trump semakin melebar dengan mantan wakil presiden era Barack Obama itu memenangkan suara.
Bahkan menurut jajak pendapat yang dirilis oleh The Washington Post dan ABC News pada Minggu pagi, Biden memimpin 12 poin dari Trump.
Pada Sabtu (10/10), ketika jarak antara Biden dan Trump sudah mencapai dua digit, kandidat presiden berusia 77 tahun itu mengatakan jika ia tidak akan mungkin kalah, kecuali adanya kecurangan dari lawan.
Di akun Twitter-nya, Biden pun semakin gencar mengajak semua pemilih untuk memberikan suaranya agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk menipu.
"Satu-satunya cara kita kehilangan ini adalah dengan kecurangan yang terjadi terkait dengan tempat pemungutan suara (TPS)," tweet Biden.
Dalam acara kampanye di Erie, Pennsylvania pada akhir pekan, Biden juga meminta agar semua orang memilih.
"Ini kesepakatannya, teman-teman, Anda harus memastikan Anda keluar dan memilih, karena satu-satunya cara kami kalah adalah dengan kecurangan yang terjadi terkait denganTPS,†kata Biden.
Biden menuding, Trump berusaha menempatkan "sekelompok orang" di TPS untuk mencurangi hasil suara pemililhan. Ia merujuk pada para pendukung Trump yang melakukan aksi di TPS Fairfax, Virginia pada 19 Septembber.
Ketika itu, para pendukung Trump datang ke TPS. mereka membawa bendera Amerika Serikat, spanduk Trump, meneriakkan "empat tahun lagi", sementara tetap berada sekitar 100 kaki dari pintu masuk gedung.
Dalam satu kesempatan, Biden juga mengatakan akan menerima hasil pemilihan.
"Saya akan menerima hasil pemilihan ini, titik," tegasnya.
BERITA TERKAIT: