Lapangan pekerjaan tersebut akan memenuhi kebutuhan pengangguran di AS yang pada April 2020 mencapai 23,1 juta orang dan saat ini berkurang menjadi sekitar 16,3 juta orang.
Ia juga mengatakan sedang menyiapkan kredit pajak bagi mereka yang akan memindahkan perusahaannya dari China ke AS dan bersiap untuk mencabut kontrak federal dari perusahaan yang mengalihkan pekerjaan ke negeri Tirai Bambu.
Semua itu disampaikan Trump saat melakukan pidato kampanye selama satu jam ketika mengunjungi Mankato, Minnesota, seperti dikutip
Al Jazeera, Selasa (18/8).
"Kami akan membuat kredit pajak untuk perusahaan yang dapat membawa pekerjaan dari China kembali ke Amerika," ujar Trump seraya mengatakan dirinya akan membangkitkan ekonomi AS yang terpuruk akibat pandemik Covid-19 jika terpilih pada pilpres 3 November mendatang.
"Apa yang kita lakukan bersama adalah keajaiban ekonomi dan sekarang kita melakukannya lagi. Kita membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia," sambungnya percaya diri.
Keyakinan Trump untuk membangkitkan kembali ekonomi AS dilihat dari mulai pulihnya penjualan ritel dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, data yang dirilis pada pekan lalu berkata sebaliknya. Penjulan ritel AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada Juli karena konsumen mengurangi daya belinya mengingat infeksi Covid-19 masih terus meningkat.
Sejak terpilih pada 2016, Trump telah mengambil serangkaian tindakan untuk menyeimbangkan hubungan ekonomi AS dan China. Di mana AS mengalami defisit yang sangat besar dalam perdagangan bilateral keduanya.
Trump bahkan telah melakukan pembatasan pada perusahaan China seperti Huawei, termasuk TikTok dan WeChat.
"Kami akan mengakhiri ketergantungan kami pada China, kami akan membuat obat-obatan dan pasokan penting kami di sini, di Amerika Serikat," janji Trump, mengacu pada perintah eksekutif yang ditandatangani bulan lalu untuk meningkatkan produksi obat-obatan dan peralatan medis.
BERITA TERKAIT: