Pusat Bela Diri Judo Di Jepang Jadi Lokasi Karantina Dan Pengungsian Tunawisma

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 15 April 2020, 14:55 WIB
Pusat Bela Diri Judo Di Jepang Jadi Lokasi Karantina Dan Pengungsian Tunawisma
Lokasi Pengungsian Serta Karantina Tunawisma Jepang/Net
rmol news logo Otoritas kesehatan Jepang menyiapkan lokasi karantina untuk para tunawisma. Biasanya, ribuan tunawiswa di Jepang tinggal di warnet-warnet atau komik kafe 24 jam.

Namun, di masa wabah virus corona dan pemberlakukan pembatasan pergerakan, warnet dan kafe komik tutup semua sesuai dengan anjuran pemerintah. Akibatnya, ribuan tunawisma tidak punya tempat lagi untuk menginap.

Warnet dan kafe komik di Jepang menyediakan internet 24 jam, sofa, komputer, komik dan minuman ringan hingga fasilitas kamar mandi. Biaya menginap di tempat itu sekitar 2.000 yen (USD 18) per malam.

Untuk diketahui, banyak warga Jepang di perkotaan yang tidak memiliki rumah dan tidak sanggup menyewa apartemen yang biayanya begitu tinggi. Mereka adalah pekerja harian. Warnet atau kafe komik menjadi pilihan yang dianggap masih masuk akal untuk tempat tinggal orang-orang miskin di Jepang.

Pemerintah memanfaatkan aula pusat seni bela dirijudo yang disulap jadi pengungsian sementara untuk tempat tinggal para tunawisma itu.

Di Jepang tercatat sekitar 4000 warga Jepang yang selama ini tinggal warnet dan kafe komik.

"Sejak warnet ditutup saya harus mencari tempat lain. Di tangga kereta bawah tanah, mungkin. Di bangku stasiun kereta, di mana saja hanya agar tidak kehujanan," kata seorang warga yang merupakan pekerja konstruksi bangunan, melansir AFP, Rabu (15/4).

"Saya dulu berangkat kerja dari warnet-warnet kafe... Sekarang warnet ditutup. Sejak ada wabah, kadang saya dapat pekerjaan kadang tidak," ujar warga lainnya.

Kementerian Kesehatan Jepang dalam surveynya pada 2007, mencatat sebanyak 60.900 orang pernah tinggal di warnet. Dan diestimasi bahwa 5.400 orang tinggal di sana karena tidak memiliki rumah dan bekerja sebagai buruh harian.

Walau Jepang merupakan negara maju dengan pendapatan per kapita warganya termasuk yang tertinggi di dunia, tetapi banyak warga Jepang yang hidup dalam kesulitan. Mereka tidak punya rumah dan mengandalkan warnet untuk tempat tinggal. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA