"Saya tidak melihatnya sebagai hal yang buruk. Proses yang mereka sebut dolarisasi ini dapat membantu pemulihan negara, penyebaran kekuatan produktif di negara ini, dan berfungsinya ekonomi," kata Maduro dalam siaran wawancara di saluran televisi
Televen.
Mata uang resmi Venezuela sendiri, bolivar, telah terdepresiasi lebih dari 90 persen tahun ini. Sedangkan inflasi yang tidak terkendali telah mengurangi daya beli dan upah minimum di masyarakat.
Maduro juga mengatakan bahwa dia sedang mengevaluasi transaksi dalam dolar. Meski begitu, dia memastikan bahwa mata uang resmi yang akan terus menyebar di negara itu tetaplah bolivar.
"Ada orang yang mengkritiknya, tidak, di sini, Venezuela akan selalu memiliki mata uangnya. Kami akan selalu memiliki bolivar dan kami akan memulihkannya dan kami akan mempertahankannya," katanya dalam sebuah wawancara dengan Jose Vicente Rangel, seorang politisi kiri dan wakil presiden pada masa pemerintahan Hugo Chavez, seperti dimuat ulang
Reuters.
BERITA TERKAIT: