Unjuk rasa di pusat Kota Barcelona, Gracia diperkirakan dihadiri 80 ribu orang. Mereka kompak mengibarkan bendera Spanyol dan Catalunya.
“Ini cukup, wilayah ini adalah milik semuanya,†teriak para demonstran sebagai reaksi atas pernyataan kelompok separatis yang mengklaim wilayah tersebut sebagai miliknya.
Keputusan Mahkamah Agung Spanyol pada 14 Oktober, menjatuhkan hukuman penjara yang cukup lama kepada pemimpin-pemimpin daerah yang ikut serta dalam referendum 2017 dan deklarasi kemerdekaan.
Buntutnya, putusan itu membuat gelombang unjuk rasa, di mana Spanyol menghadapi krisis politik terburuk dalam beberapa dekade.
Seorang pekerja di bidang industri farmasi yang ikut dalam aksi, Xavier Dalamantes (40) mengungkapkan bahwa para separatis tengah mencoba mengubah Catalunya menjadi negara totaliter.
“Telah tiba saatnya untuk keluar dan mengatakan apa yang dipikirkan para separatis,†tutur pria yang membawa bendera Spanyol di pundaknya itu kepada
AFP.
Sementara demonstran lain, Maria Jose Aguilar (56) mengaku prihatin dengan keinginan rakyat yang ingin wilayah di timur laut Spanyol dengan penduduk 7,5 juta jiwa itu berpisah.
"Saya menganggap diri saya orang Spanyol dan Catalan, jadi saya tidak bisa membayangkan bahwa kami akan dipisahkan dari Spanyol," ujar pemilik bisnis dan demonstran serikat pekerja kepada
Associated Press.
Laporan: Ahda Sabila
BERITA TERKAIT: