Naruhito sendiri telah mengemban tugasnya sebagai kaisar baru dengan era baru yang disebut Reiwa pada tanggal 1 Mei lalu, selang sehari setelah sang ayah turun tahta.
Namun transisi tersebut tidak lengkap sampai peran barunya secara resmi diumumkan ke publik dalam serangkaian acara yang akan dihadiri oleh pejabat asing dari lebih dari 180 negara, termasuk Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.
Upacara ritual penobatan dimulai sejak pagi dengan ritual yang dilakukan di balik pintu tertutup di mana Naruhito akan "melaporkan" proklamasi kepada para dewa dan leluhurnya dalam dinasti kerajaan kuno.
Beberapa jam kemudian, dia dan istrinya, Permaisuri Masako akan muncul di acara utama di aula Istana Kekaisaran, Kamar Pine.
Naruhito dengan mengenakan pakaian seremonial yang didominasi oleh jubah luar berlapis berwarna cokelat emas, akan menyatakan penobatannya dari tahta "Takamikura".
Sedangkan Permaisuri Masako akan mengenakan pakaian yang dikenal sebagai "junihitoe" atau jubah berlapis-lapis, dan berada bersama kaisar di atas takhta.
Upacara akan dilakukan di hadapan pedang dan permata kuno, yang merupakan bagian dari regalia kekaisaran yang dikatakan telah diturunkan oleh seorang dewi dan dianggap sebagai bukti penting dari legitimasi seorang kaisar.
Dikabarkan
Channel News Asia, setelah kaisar selesai berbicara di hadapan para undangan yang hadir, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan berseru "banzai" sebanyak tiga kali untuk menyelesaikan prosesnya.
Namun upacara penobatan tidak akan dilanjutkan dengan parade karena parade ditunda hingga tanggal 10 November mendatang. Namun akan ada jamuan untuk pejabat asing dan perwakilan pemerintah daerah, bersama dengan pesta teh di kediaman kerajaan pada hari berikutnya.
Selain itu, Abe juga akan menyelenggarakan jamuan untuk 900 pemimpin dan delegasi asing di hotel Tokyo.
BERITA TERKAIT: