Pertemuan di Stockholm tersebut akan menjadi pembicaraan tingkat kerja formal pertama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu pada bulan Juni lalu. Mereka berjanji untuk memulai kembali perundingan yang macet setelah pertemuan puncak gagal pada Februari lalu.
Perwakilan Khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara Stephen Biegun diperkirakan akan memimpin delegasi negosiator Amerika Serikat.
Sementara dari pihak Korea Utara, negosiator akan dipimpin oleh mantan duta besarnya untuk Vietnam, Kim Myong Gil.
"Ada sinyal baru dari pihak Amerika Serikat, jadi kami akan pergi dengan harapan besar dan optimisme tentang hasilnya," kata Kim kepada wartawan di Beijing sebelum bertolak ke Stockholm seperti dimuat
Channel News Asia.
Profesor Ramon Pacheco Pardo dari King's College London menilai, Korea Utara mungkin akan mengusahakan deklarasi untuk mengakhiri keadaan perang yang secara teknis sudah ada sejak Perang Korea 1950-1953, membuka kantor penghubung dengan Amerika Serikat dan kemungkinan mencari bantuan ekonomi.
"Korea Utara akan menginginkan pembebasan sanksi, betapapun parsial dan bahkan jika itu adalah bentuk interupsi mereka daripada penghapusan penuh," jelasnya.
"Dari perspektif Pyongyang, itu akan menunjukkan bahwa Amerika Serikat serius dengan proses langkah demi langkah," tandasnya.