Bahkan Korea Utara memiliki cara tersendiri dalam bernegosiasi dengan negara adikuasi seperti Amerika Serikat.
Hal ini sejalan dengan prinsip Partai Pekerja yang berkuasa di Korea yang akan merayakan HUT ke-74 pada 10 Oktober mendatang.
Sejak berdiri pada 10 Oktober 1945, Partai Pekerja Korea Utara telah menganut garis kemandirian yang memberikan pedoman dalam pembangunan dan kegiatannya.
Hal itu membuahkan hasil yang tampak dari pembangunan sosialis dan berhasil mengangkat posisi strategis dan pengaruh negara di dunia.
Bahkan, Partai Pekerja Korea Utara lantang dalam upaya mengakhiri ancaman nuklir dan maju dengan kekuatannya sendiri, meskipun sebagai resikonya harus berhadapan dengan serangkaian sanksi dan tekanan dari negara-negara musuh.
Sanksi dan tekanan tersebut, bagi Korea Utara, dilakukan pihak musuh untuk menghancurkan sentimen publik dan menggulingkan sistem dengan menciptakan kesulitan ekonomi yang ekstrem. Motif tersembunyi di balik hal tersebut adalah untuk menghancurkan struktur ekonomi swadaya Korea Utara hingga ke dasar fondasinya.
Namun, Partai Pekerja Korea Utara tetap berhasil menegaskan kembali prinsip dasarnya dan garis kemandirian yang telah ditetapkan sejak awal berdiri.
Garis kemandirian tersebut bak pedang berharga yang selalu dimenangkan dan membawa pembangunan negara ke jalur yang sesuai.