"Kami akan memanggil kembali duta besar kami dari Delhi dan mengirim kembali utusan mereka," kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi dalam sebuah pengumuman di televisi basional Pakistan (Rabu, 7/8), seperti dimuat
AFP.
Bukan hanya itu, dalam pernyataan berbeda, pemerintah Pakistan juga menyatakan siap untuk menangguhkan perdagangan bilateral dengan India dalam upaya penurunan hubungan diplomatik antara kedua negara tetangga tersebut.
Ketegangan yang muncul antara kedua negara diakibatkan oleh langkah agresif pemerintah India yang mencabut status otonomi khusus Kashmir.
Wilayah itu sendiri diketahui kerap menjadi titik api hubungan kedua negara. Kashmir merupakan wilayah yang terbagi dan diperebutkan dua negara sejak kemerdekaan mereka pada tahun 1947.
Wilayah Kashmir bagian India memiliki otonomi khusus yang berarti wilayah itu bisa membuat aturan sendiri. Namun awal pekan ini pemerintah India mencabut status khusus Kashmir untuk sepenuhnya mengintegrasikan wilayah mayoritas Muslim itu dengan seluruh negara.
"Seluruh konstitusi akan berlaku untuk negara Jammu dan Kashmir," kata Menteri Dalam Negeri Amit Shah dalam pengumumannya awal pekan ini.
Pencabutan status otonomi khusus itu diketahui sesuai dengan janji Perdana Menteri Narendra Modi.
Partai penguasa telah mendorong untuk mengakhiri status konstitusional khusus Kashmir, dengan alasan bahwa undang-undang tersebut telah menghambat integrasinya dengan India.
Pakistan mengecam keras tindakan itu dan mencapnya sebagai tindakan ilegal yang tidak akan pernah dapat diterima oleh orang-orang Jammu dan Kashmir serta Pakistan.
BERITA TERKAIT: