Ini adalah peluncuran pertama yang mereka lakukan kembali pasca insiden jatuhnya roket bulan Oktober lalu.
Ketiga astronot itu berasal dari tiga negara berbeda, yakni Amerika Serikat, Rusia dan Kanada. Ketiganya berangkat dari Kazakhstan pada misi yang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Insiden Oktober lalu melihat dua astronot dipaksa melakukan pendaratan darurat hanya beberapa menit setelah lepas landas. Penyidik mengatakan bahwa masalah terdapat pada sensor yang rusak.
Komandan awak Oleg Kononenko menegaskan bahwa krunya benar-benar mempercayai persiapan penerbangan.
"Resiko adalah bagian dari profesi kami," kata pria berusia 54 tahun itu dalam konferensi pers.
"Kami secara psikologis dan teknis siap untuk diluncurkan dan setiap situasi yang, dilarang Tuhan, dapat terjadi di kapal," sambungnya seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: