"Jika ada yang mencoba kudeta, itu adalah pemerintah daerah Catalunya," jelasnya seperti dimuat
BBC.
Pernyataannya itu adalah untuk membantah pernyataan pembicara parlemen Catalunya Carme Forcadell yang menyebut bahwa langkah-langkah yang diumumkan oleh pemerintah Madrid pada hari Sabtu sebagai "kudeta de facto"
Langkah pengambil alihan kontrol oleh Madrid itu diambil setelah pemimpin regional Catalunya menolak untuk menghentikan kemerdekaan.
"Jika ada kudeta, ini diikuti oleh (Charles) Puigdemont dan pemerintahannya," jelas Dastis.
"Apa yang kita lakukan adalah mengikuti ketat ketentuan konstitusi kita," sambungnya.
"Jika Anda melihat sisa negara demokrasi dan tentu saja mitra di Uni Eropa, mereka tidak akan menerima keputusan untuk diambil oleh bagian negara ini," tegasnya.
Catalunya yang dipimpin oleh presiden Puigdemont diketahui menggelar referendum awal Oktober kemarin di mana suara mayoritas mengatakan "Ya" pada referendum untuk merdeka dari Spanyol.
Dari 43 persen penduduk Catalunya yang ikut ambil bagian dalam referendum, 90 persen mendukung kemerdekaan.
Namun pemerintah Spanyol menilai bahwa referendum tersebut tidak sah dan hasilnya ilegal.
[mel]
BERITA TERKAIT: