"Bagaimanapun, mari kita berbicara langsung, bisakah seseorang melancarkan serangan melucuti global? Memang. Apakah akan mencapai targetnya? Tidak jelas karena tidak ada yang tahu pasti dimana," kata Putin saat berbicara di Forum Internasional Efisiensi Energi 2017 (Rabu, 4/10).
Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada informasi 100 persen soal objek Korea Utara karena negara tersebut tertutup.
Di sisi lain, kata Putin, retorika pemaksaan terhadap Pyongyang hanya memberi lebih banyak kekuatan kepada pemimpin Korea Utara.
Karena itulah ia mendesak agar semua pihak mendinginkan retorika dan mulai terlibat dalam dialog.
"Semua pihak harus meredakan retorika dan menemukan cara untuk dialog tatap muka antara Amerika Serikat dan Korea Utara, serta antara Korea Utara dan negara-negara di kawasan ini," katanya.
"Hanya ini yang bisa membantu menemukan keputusan yang seimbang dan masuk akal," tambah Putin.
Putin juga menggarisbawahi bahwa Rusia tidak bisa tinggal diam terhadap krisis Korea Utara. Pasalnya, Rusia memiliki perbatasan dengan Korea Utara.
"Kami memiliki perbatasan bersama dan kisaran pengujian nuklir Korea terletak 200 km dari perbatasan Rusia, "tambahnya seperti dimuat
Russia Today.
Saat ketegangan di Semenanjung Korea berlangsung tinggi, Moskow dan Beijing secara konsisten meminta Washington dan Pyongyang untuk membuka jalan bagi perundingan langsung.
[mel]
BERITA TERKAIT: