"Kami telah menerima laporan informal awal dari Kementerian Luar Negeri yang mengindikasikan bahwa dia (Yingluck) berada di Dubai," kata Prayuth di hadapan wartawan Thailand (Kamis, 28/9).
Yingluck sendiri dijatuhi hukuman absen selama lima tahun di penjara pada hari Rabu setelah dinyatakan bersalah melakukan kelalaian dalam mengawasi program subsidi beras yang kehilangan uang semasa ia menjabat.
Pemerintahan Yingluck diketahui digulingkan dalam kudeta tahun 2014 dan pemerintah militer yang tetap memegang kendali atas negara tersebut telah mengejar Yingluck melalui pengadilan.
Namun demikian, Yingluck melarikan diri dari Thailand sesaat sebelum pengadilan pada bulan lalu.
Yingluck dan pendukungnya mengatakan bahwa dia tidak bersalah, dan dia telah meminta dakwaan untuk tidak diliputi dengan motif politik.
Yingluck merupakan perempuan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, seorang konglomerat telekomunikasi. Thaksin digulingkan dalam kudeta tahun 2006 oleh militer Thailand di tengah tuduhan korupsi dan dugaan ketidakpedulian terhadap monarki, yang telah lama dia tolak.
Thaksin juga melarikan diri ke Dubai dan sejak itu telah mempertahankan sebuah rumah di Uni Emirat Arab sementara juga secara teratur bepergian ke London.
Pejabat di Dubai belum berkomentar mengenai keberadaan Yingluck dan tidak menanggapi pertanyaan PM Thailand tersebut. Demikian seperti dimuat
Associated Press.
[mel]
BERITA TERKAIT: