Pasalnya, menurut keterangan yang dirilis Pentagon pejan ini, rudal yang diluncurakan Korea Utara melintas dekat dengan pesawat Boeing 777 milik Air France yang tengah membawa 330 penumpang. Pentagon menyebut bahwa jarak pesawat dengan rudal hanya sekitar 110 kilometer.
Air France sendiri berhasil melewati jalur yang dilintasi rudal setelah rudal mendarat ke tanah 10 menit kemudian.
Menurut jejak penerbangan, pesawat tersebut terbang di bagian barat Hokkaido Jepang saat rudal Korea Utara diujicoba.
"Rudal tersebut terbang di udara dan mendarat di zona ekonomi ekslusif Jepang, area yang digunakan oleh kapal komersial dan kapal penangkap ikan, " kata juru bicara Pentagon Capt Jeff Davis.
"Semua ini benar-benar tidak terkoordinasi," sambungnya.
Pihak Air France sendiri, seperti dimuat
BBC, mengatakan bahwa mereka tidak menyadari akan adanya rudal tersebut dan tidak mengganggu operasional penerbangan.
"Informasi yang tersedia untuk Air France pada tahap ini menunjukkan bahwa rudal tersebut rusak di laut lebih dari 100 km dari lintasan pesawatnya," kata pejabat maskapai penerbangan.
Pihak Air France menambahkan bahwa pihaknya terus-menerus menilai kemungkinan risiko dan rencana penerbangan yang sering disesuaikan sebagai tindakan pencegahan, oleh karena itu zona larangan terbang di sekitar Korea Utara telah diperluas.
[mel]
BERITA TERKAIT: