Presiden Petro Poroshenko memuji kebijakan bebas visa bagi warga Ukraina ke Uni Eropa di ibukota Kiev akhir pekan kemarin.
Ia merayakan dengan membuka pintu bebas visa simbolis ke Eropa, dan bertemu dengan Presiden Slovakia Andrej Kiska, di pos pemeriksaan perbatasan Uzhgorod.
Skema bebas visa memungkinkan orang Ukraina membawa paspor biometrik untuk memasuki wilayah Schengen, termasuk beberapa wilayah non-Uni Eropa seperti Swiss dan Islandia, namun bukan di Inggris atau Irlandia, tanpa visa hingga 90 hari.
Namun demikian, warga Ukraina yang ingin bekerja di Uni Eropa masih harus mengantongi visa kerja.
Selama pertemuan mereka di perbatasan, Presiden Poroshenko mengucapkan terima kasih kepada Presiden Kiska atas dukungannya dalam perjalanan menuju perjalanan bebas visa di Eropa.
Dia mengatakan bahwa Ukraina kembali ke keluarga Eropa.
"Ini adalah saat bersejarah ketika kita menghancurkan tirai kertas yang membagi Ukraina dari Eropa," katanya.
"Ini berarti bahwa Ukraina telah menerapkan reformasi besar. Kami mengubah negara ini bersama-sama dengan usaha bersama kami dan mitra kami di Eropa menepati janji mereka," tambahnya.
"Dan pintu-pintu Uni Eropa, pintu teman dan mitra kita, terbuka untuk negara besar bernilai 45 juta orang, kepada orang-orang Ukraina," sambungnya seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: