Dia mengajukan permohonan yang kuat kepada pemilih untuk ambil bagian dalam referendum kemerdekaan yang dijadwalkan pada 1 Oktober.
"Kami akan memilih, bahkan jika negara Spanyol tidak menginginkannya," kata Guardiola kepada kerumunan seperti dimuat BBC.
Survei menunjukkan bahwa pemilih Catalan akan secara sempit menolak kemerdekaan, meskipun sebagian besar berpihak pada mengadakan referendum.
Pada hari Jumat, pemimpin pemerintahan regional Catalunya Carles Puigdemont memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara akhir tahun ini, yang bertentangan dengan pemerintah dan bertentangan dengan putusan oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.
Otoritas setempat mengatakan bahwa sekitar 30.000 orang hadir, namun satu sumber separatis menempatkan angka tersebut mendekati 47.000 orang.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan warga Catalan mendukung diadakannya sebuah referendum yang serupa dengan yang dipegang oleh Skotlandia pada tahun 2014. Perbedaan utamanya adalah bahwa pemungutan suara Skotlandia mendapat dukungan dari pemerintah Inggris.
Jajak pendapat menunjukkan selisih ketat dengan 48,5 persen responden menentang kemerdekaan, dan 44,3% persen mendukung.
Catalunya adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol dan memiliki bahasa dan kebiasaan tersendiri.
[mel]
BERITA TERKAIT: