Pihak Ukraina menuding bahwa serangan siber ini adalah tanggapan Rusia atas keputusan Poroshenko yang melarang beberapa jaringan media sosial dan internet terbesar di Rusia untuk dapat diakses di Ukraina.
Keputusan Ukraina sebelumnya pada hari Selasa untuk memberlakukan larangan di situs Rusia adalah peningkatan yang signifikan atas sanksi terhadap Rusia atas aneksasi Crimea pada tahun 2014 dan dugaan keterlibatan dalam konflik yang berlanjut di Ukraina timur.
Target dalam keputusan tersebut meliputi jaringan sosial VK.com dan Odnoklassniki, mesin pencari Yandex dan layanan email Mail.ru. Penyedia layanan Ukraina telah diperintahkan untuk memblokir akses ke situs.
Kiev sendiri tidak memberikan bukti keterlibatan Rusia dalam serangan tersebut. Namun disebutkan dalam keterangan yang sama bahwa situasi di Ukraina telah terkendali dan tidak ada ancaman terhadap pekerjaan situs web.
Tidak ada komentar langsung dari pihak berwenang Rusia atas tuduhan Ukraina tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: