Sengketa Laut China Selatan Jadi Barometer Kesatuan ASEAN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 07 September 2016, 16:41 WIB
Sengketa Laut China Selatan Jadi Barometer Kesatuan ASEAN
Laut China Selatan/Channel News Asia
Kecil Besar
rmol news logo Sengketa Laut China Selatan telah menjadi barometer kesatuan dan kredibilitas ASEAN.

Begitu kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong dalam ASEAN Summit di Laos hari ini (Rabu, 7/9).

Diketahui bahwa Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam saat ini terlibat dalam sengketa dengan China terkait Laut China Selatan.

"Dapat dipahami bahwa kita memiliki posisi berbeda dalam isu ini. Tapi ada kepentingan bersama negara-negara ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Lee.

"Karena itu kita harus berdiri bersama dalam menghadapi isu ini dan menyatukan kembali komitmen kita untuk menjaga perdamaian dan stabilitas," sambungnya.

Lee menekankan pentingnya berpegang pada prinsip-prinsip kebebasan navigasi dan menegakkan praktek penyelesaian sengketa secara damai sesuai dengan hukum internasional. [mel]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA