Sebagian besar pengungsi anak berasal dari negara yang tengah berkonflik, Suriah dan Afghanistan. Sedangkan sekitar tiga perempat daru pengungsi anak dunia berasal dari 10 negara.
Konflik global yang berlangsung secara terus menerus lima tahun terakhir menjadi faktor utama meningkatnya angka pengungsi anak dunia hingga 75 persen menjadi 8 juta.
UNICEF memperingatkan bahwa pengungsi anak beresiko tinggi menjadi korban penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan bentuk kekerasan lainnya.
"Meskipun banyak masyarakat dan orang-orang di seluruh dunia telah menyambut pengungsi dan anak-anak migran, xenophobia, diskriminasi, dan pengucilan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan dan masa depan mereka," kata direktur eksekutif UNICEF, Anthony Lake.
"Tapi jika pengungsi muda diterima dan dilindungi hari ini, jika mereka memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh, dan untuk mengembangkan potensi mereka, mereka dapat menjadi sumber stabilitas dan kemajuan ekonomi," tambahnya.
Menurut data yang sama, sebagian besar pengungsi anak-anak tinggal di Amerika Serikat, diikuti oleh Arab Saudi dan Yordania. Sementara di Eropa, Inggris menjadi tuan rumah jumlah terbesar dari migran di bawah usia 18 tahun.
[mel]
BERITA TERKAIT: