Tahun 2016, Kematian Akibat Teror di Eropa Barat Capai Titik Tertinggi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 19 Agustus 2016, 13:57 WIB
Tahun 2016, Kematian Akibat Teror di Eropa Barat Capai Titik Tertinggi
Ilustrasi/Net
Kecil Besar
rmol news logo Awal tahun 2016 ini jumlah kematian akibat terorisme di kawasan Eropa Barat mencapai level tertinggi sejak tahun 2004 lalu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh BBC, tujuh bulan pertama di tahun 2016 ini, tercatat ada 143 kematian akibat terorisme. Jumlah tersebut merupakan yang terburuk kedua sejak tahun 1980.

Jumlah kematian terburuk di tanah Eropa sebelumnya terjadi pada Maret 2004 ketika aksi pemboman kereta di Madrid Spanyol yang menyebabkan 191 orang tewas.

"Namun jika melihat jauh ke belakang, ada lebih banyak tahun-tahun mematikan pada tahun 1970an," kata salah seorang peneliti, Dr Erin Miller.

Penelitian tersebut dilakukan oleh BBC bersama dengan University of Maryland's Global Terrorism Database (GTD) dengan menganalisa data serangan teroris antara tahun 1970 hingga 2015.

Namun demikian, jumlah serangan teror di Eropa Barat hanya 6 persen dari serangan terorisme di seluruh dunia. Kasus kematian akibat teror lebih banyak terjadi di Irak dan Suriah.

Dalam mengklasifikasikan serangan terorisme dalam penelitian tersebut adalah tindak kekerasan yang digunakan untuk mencapai tujuan politik, sosial, ekonomi, atau agama yang dilakukan oleh seseorang yang tidak bekerja untuk pemerintah. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA