
India menolak permintaan PBB untuk mengirim tim penyelidik ke wilayah Jammu dan Kashmir pasca bentrok berujung kekerasan terbaru di kawasan tersebut.
Kashmir yang terletak di perbatasan India dan Pakistan itu diketahui tengah mengalami bentrok sejak 8 Juli lalu. Hal itu dipicu oleh pembunuhan seorang pemimpin pro-kemerdekaan yang berujung pada tewasnya 54 orang lainnya. Bentrokan tersebut merupakan yang terburuk sejak tahun 2010.
Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) telah meminta pemerintah India untuk memungkinkan peneliti masuk ke wilayah bergolak untuk memeriksa dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Tapi New Delhi telah menyiapkan respon hati-hati dan mencatat bahwa kunjungan oleh tim Dewan Hak Asasi Manusia PBB tidak diperlukan.
Pemerintah India menegaskan bahwa sejumlah langkah telah diambil untuk memulihkan keadaan di Kahsmir. Pemerintah India justru menuduh Pakistan berperan dalam memperparah situasi.
Saat ini ada sekitar 500 ribu tentara India yang ditempatkan di Kashmir. India pun telah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah sejak Juli.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.