Krimea sendiri diketahui merupakan wilayah yang dianeksasi oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014. Aneksasi tersebut dilakukan setelah digelarnya referendum di Krimea.
Menurut keterangan badan intelijen Rusia FSB, ada dua serangan yang terjadi di Krimea beberapa waktu belakangan. Akibatnya, seorang tentara Rusia dan seorang karyawan FSB tewas.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk mengambil langkah-langkah keamanan lebih lanjut dalam menanggapi kasus tersebut.
Di sisi lain, Presiden ukraina Petro Poroshenko membantah klaim Rusia tersebut.
"Tuduhan Rusia terhadap terorisme Ukraina di wilayah pendudukan Krimea terdengar tidak masuk akal dan sinis dari pemimpin Rusia,' kata Poroshenko.
"Fantasi ini hanyalah dalih untuk membuat ancaman lebih militer melawan Ukraina," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]
BERITA TERKAIT: