Lampu Merah Perdagangan Wanita Nigeria Di Italia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 08 Agustus 2016, 14:48 WIB
Lampu Merah Perdagangan Wanita Nigeria Di Italia
Ilustrasi/Net
Kecil Besar
rmol news logo Perdagangan perempuan Nigeria di Italia dan seluruh Eropa saat ini telah mencapai puncak krisis.

Pasalnya, menurut Kantor Internasional PBB untuk Migrasi (IOM), dalam enam bulan terakhir tercatat ada sekitar 3.600 wanita Nigeria yang tiba dengan perahu ke Italia. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah yang terdaftar dalam periode yang sama di tahun lalu.

Merujuk pada catatan IOM, lebih dari 80 persen dari wanita-wanita Nigeria tersebut diperdagangkan di dunia prostitusi, bukan hanya di Italia, tapi juga di seluruh Eropa.

Para pelaku perdagangan manusia itu memanfaatkan pemerimaan migran sebagai sarana untuk kemudian mengumpulkan wanita-wanita Nigeria untuk kemudian dipaksa menjadi penghibur.

"Apa yang kita lihat tahun ini adalah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan kenaikan paling signifikan dalam jumlah perempuan Nigeria yang tiba di Italia selama 10 tahun," kata pakar anti perdagangan manusia dari IOM Simona Moscarelli.

"Indikator kami menunjukkan bahwa mayoritas perempuan ini sengaja didatangkan untuk tujuan eksploitasi seksual. Pasalnya telah ada peningkatan besar dari kelompok kriminal dan jaringan perdagangan yang terlibat dalam eksploitasi seksual gadis muda Nigeria," sambungnya.

Meskipun industri perdagangan seks berkembang dan telah beroperasi antara Nigeria dan Italia selama lebih dari tiga dekade lalu, namun telah terjadi peningkatan tajam dalam jumlah perempuan Nigeria yang tiba di Italia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2014, sekitar 1.500 wanita Nigeria tiba di Eropa melalui jalur laut. Pada 2015 angka ini meningkat menjadi 5.633. Sedangkan pada tahun ini, baru 6 bulan pertama, jumlah wanita Nigeria yang datang ke Italia telah mencapai hampir 4.000 orang.

Mereka tiba ke Italia dengan menumpang perahu dari Libya.
 
"Kita sudah melihat hampir 4.000 wanita datang dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini diprediksi akan meningkat pada akhir tahun ini," sambungnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA