Presiden Sao Tome dan Principe, Manuel Pinto da Costa memboikot pemilu yang tengah berlangsung dan menyerahkan kemenangan kepada pesaingnya.
Ia mengundurkan diri pada hari Minggu (7/8) dan menyebut ada penipuan dalam pemilu putaran pertama yang digelar pada 17 Juli kemarin.
Dengan pengunduran dirinya, secara otomatis sang pesaing, Evaristo Carvalho yang merupakan mantan Perdana Menteri negara tersebut memenangkan persaingan.
Dalam pemilu putaran pertama, Carvalho mengantongi 49,8 persen suara, sedangkan Pinto da Costa mengantongi 24,8 persen suara.
Pinto da Costa diketahui memerintah Sao Tome dengan tangan besi selama 15 tahun pertama setelah kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1975.
Dia kehilangan kursi kepresidenan setelah reformasi diperkenalkan pada tahun 1990. Namun ia kembali terpilih menjadi presiden pada tahun 2011.
Untuk diketahui bahwa Republik Demokratik Sao Tome dan Principe adalah sebuah negara kepulauan yang terletak dekat dengan garis khatulistiwa.
[mel]
BERITA TERKAIT: