Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan ini bahwa saat terjadi pertempuan di jalan-jalan ibukota Juba beberapa waktu lalu, pasukan pemerintah melakukan aksi tak sepantasnya.
Hussein menekankan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir, yang berasal dari kelompok etnis Dinka melakukan pembunuhan terhadap warga asal Nuer.
"Yang lainnya dilaporkan dieksekusi oleh tentara pemerintah, yang tampaknya memiliki orang-orang khusus ditujukan asal Nuer," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.
Menurut pernyataan itu, pasukan Kiir mengambil warga sipil Nuer selama operasi pencarian dari rumah ke rumah dan menembak delapan dari mereka pada 11 Juli.
Diketahui bahwa sejak bentrokan meletus di Juba 8 Juli lalu, hampir 300 orang tewas sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik di negara yang baru merdeka itu.
Di tempat lain, sambung pernyataan tersebut, kasus kekerasan seksual terjadi. Setidaknya PBB mencatat ada 217 kasus kekerasan seksual di Juba antara 8-25 Juli kemarin.
Hussein meminta presiden Sudan Selatan untuk menuntut para pelaku kejahatan tersebut di dalam negeri.
[mel]