Imbas Brexit, Pound Sterling Terpuruk, Yen Meroket

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 24 Juni 2016, 13:23 WIB
Imbas Brexit, Pound Sterling Terpuruk, Yen Meroket
yen/net
Kecil Besar
rmol news logo Mata uang Jepang, yen mengalami lonjakan dratis di atas 100 persen sebagai imbas dari referendum Brexit yang saat ini masih berlangsung di Inggris (Jumat, 24/6).

Lonjakan yen tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu dua setengah tahun terakhir.

Referendum yang tengah berlangsung di Inggris terkait keputusan hengkang tidaknya Inggris dari keanggotaan di Uni Eropa memicu permintaan yen yang semakin tinggi.

Investor merasa gelisah dengan pasar keuangan global menyusul Brexit. Pasalnya, hasil perhitungan suara sementara saat ini menunjukkan bahwa kubu "leave" atau warga Inggris yang sepakat Inggris hengkang dari Uni Eropa lebih unggul.

Akibatnya, terjadi penurunan drastis nilai tukar pound sterling dan euro. Investor mengalihkan dananya ke aset yang dinilai lebih berharga seperti yen dan emas.

Dikabarkan Japan Times, yen 2,6 persen lebih kuat di angka 103,44 per dolar AS pada pukul 10:09 waktu Tokyo. Ini adalah kali pertama yen mencapai angka di atas 103,07 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2014.

Namun di siang hari, nilai tukar yen semakin tinggi dan naik 5,9 persen menjadi 149,04 per pound.

Hasil akhir referendum Brexit sendiri belum bisa ditentukan karena perhitungan suara masih dilakukan. Kendati demikian, sejauh ini kubu "leave" unggul dengan presentase sekitar 51 persen. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA