Begitu kata pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat seperti dimuat Yonhap. Kantor berita Korea Selatan itu pun mengatakan bahwa rudal yang ditembakkan kemungkinan adalah rudal jarak menengah Rodong.
Korea Utara pun diduga telah menembakkan rudal kedua di daerah yang sama. Namun rudal menghilang pada ketinggian 17 kilometer.
"Kami menyerukan agar Korea Utara menahan diri dari tindakan yang lebih bisa meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut," kata Letkol Michelle Baldanza dari kantor pers pertahanan Amerika Serikat seperti dimuat
BBC.
Peluncuran rudal balistik itu dilakukan Korea Utara di tengah latihan militer agresif gabungan yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat di kawasan semenanjung.
Latihan gabungan rutin tahunan itu merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan keduanya.
Kendati Korea utara belum mengklaim tembakan rudal tersebut, namun agaknya tidak mengherankan bila Korea Utara melakukan hal tersebut.
Pasalnya, latihan yang disebut dengan "Key Resolve & Foal Eagle 16" yang dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat melibatkan ratusan ribu pasukan militer kedua negara serta peralatan tempur canggih. Latihan itu pun dilakukan dekat dengan wilayah Korea Utara. Korea Utara pun kerap menyebut bahwa latihan tersebut merupakan bentuk provokasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: