"Kerajaan ini siap untuk berpartisipasi dalam operasi darat yang koalisi (melawan ISIS) mungkin akan setuju untuk dilakukan di Suriah," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri pada Kamis (4/2).
Dikabarkan
The Guardian, Saudi bersiap untuk mengerahkan ribuan pasukan daratnya dengan kemungkinan koordinasi dengan Turki.
Baik Arab Saudi maupun Turki sama-sama berkomitmen untuk melengserkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan kedua negara ragu bahwa penyelesaian akhir krisis politik bisa dilakukan tanpa ada tekanan militer. Kedua negara pun diketahui telah mendirikan badan koordinasi militer beberapa minggu lalu.
Arab Saudi adalah salah satu negara Arab pertama yang bergabung dengan koalisi anti-ISIS pada bulan September 2014 dan melancarkan sejumlah serangan udara terhadap sasaran di Suriah. Tapi intensitas Arab Saudi berkurang dengan cepat Maret lalu ketika meluncurkan intervensi di negara tetangga Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: