Dalam sebuah pernyataan ia menyebut bahwa pihaknya saat ini sedang dibajak oleh kepentingan pribadi yang korup.
"Bukan saya maupun tim saya memiliki keinginan untuk melayani penutupan korupsi terselubung atau menjadi boneka bagi pemerintah 'tua' yang mencoba melakukan kontrol atas aliran dana publik," kata Abromavicius seperti dimuat
Reuters.
Menanggapi keputusan tersebut, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bahwa Abromavicius telah menerapkan kebijakan ekonomi yang ketat untuk reformasi Ukraina. Namun ia menegaskan bahwa pemimpin Ukraina lainnya harus terus maju dengan reformasi-reformasi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Ukraina diketahui telah berjuang secara ekonomi sejak pemberontakan 2014 lalu yang diikuti oleh aneksasi Rusia terhadap semenanjung Crimea serta konflik di wilayah timur.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: