Perlu diketahui bahwa awal pekan ini, Korea Utara menyampaikan kepada PBB soal rencana peluncuran satelit yang bertujuan untuk observasi bumi antara tanggal 8 hingga 25 Februari 2016 mendatang.
Korea Utara mengatakan bahwa peluncuran satelit merupakan bagian dari hak kedaulatan untuk mengejar program luar angkasa.
Namun demikian, Amerika Serikat menuding bahwa peluncuran roket tersebut merupakan bagian dari tes rudal.
Selain negeri Paman Sam, negara tetangga Korea Utara yakni Jepang dan Korea Selatan ketar-ketir dengan rencana Korea Utara tersebut. Rusia pun ikut menyampaikan kekhawatirnnya atas rencana itu.
Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani pada Rabu (3/2) mengeluarkan perintah untuk menembak jatuh setiap ancaman rudal balistik dari Korea Utara.
Sedangkan Korea Selatan memperingatkan bahwa Korea Utara akan membayar harga yang lebih besar bila tetap maju dengan rencana peluncuran tersebut.
Rusia pun ikut angkat bicara. Melalui Kementerian Luar Negeri, Rusia menyebut bahwa Korea Utara telah menunjukkan pengabaian yang keterlaluan atas norma-norma yang diakui secara universal dalam hukum internasional.
Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Korea Utara untuk tidak menggunakan teknologi rudal balistik yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan.
[mel]
BERITA TERKAIT: