Kendati mengumumkan pengundurannya, namun Amari tetap membantah bahwa dirinya menerima suap dari sebuah perusahaan konstruksi sebagaimana yang dituduhkan sebuah majalah Jepang.
Pengumuman itu mengejutkan warga Jepang, pasalnya Amari merupakan menteri yang telah bertanggungjawab untuk kebijakan ekonomi dan fiskal Jepang sejak akhir tahun 2012 lalu. Ia telah digambarkan sebagai salah satu sosok yang dipercaya oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah seorang perancang "Abenomics" atau kebijakan Perdana Menteri Abe untuk menarik Jepang dari deflasi.
Amari akan digantikan oleh Nobuteru Ishihara yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Jepang.
Keputusan Amari itu diambil menyusul adanya laporan majalah lokal pekan lalu yang menyebut bahwa Amari dan para pembantunya mendapatkan uang dan hadiah senilai 12 juta yen dari perusahaan konstruksi sebagai balasan terkait dengan kepemilikan lahan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: