"Kita harus berperang melawan Aedes aegypti, vektor demam berdarah, chikungunya dan Zika," kata Presiden Brazil Dilma Rousseff melalui akun Twitter-nya, mengacu pada dua penyakit virus lainnya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Ia menyebut bahwa fokus saat ini adalah menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk tersebut serta meningkatkan kesadasaran soal penyebaran penyakit tersebut.
"Sementara kita tidak memiliki vaksin terhadap virus Zika, perang harus berkonsentrasi pada penghapusan tempat berkembang biak nyamuk untuk itu," tambah Rousseff.
"Menyingkirkan Zika adalah tanggung jawab kita semua," tegasnya.
Perlu diketahui bahwa virus Zika berpotensi menyebabkan kelahiran microcephaly bila terinveksi pada ibu hamil. Microcephaly sendiri adalah suatu kondisi di mana bayi dilahirkan dengan ukuran kepala abnormal yakni berukuran kecil karena tidak berkembang dengan baik.
Sejak September lalu, Brasil mencatat ada hampir 4.000 kasus bayi dengan microcephaly yang bermuara pada inveksi Zika.
Lonjakan kasus tersebut telah mendorong ketakutan kesehatan global, dengan beberapa negara memperingatkan wanita hamil agar tidak bepergian ke 22 negara di Amerika Selatan di mana virus telah dilaporkan, termasuk satu di antaranya adalah Brasil.
[mel]