"Beasiswa diberikan untuk gadis-gadis muda yang masih perawan," kata juru bicara pemerintah kota Uthukela, Jabulani Mkhonza.
Keputusan tersebut bermula dari gagasan walikota Dudu Mazibuko.
"Ini adalah kategori baru yang diperkenalkan walikota tahun ini," kata Mkhonza sambil menjelaskan bahwa tujuan dari beasiswa tersebut adalah untuk mendorong gadis-gadis muda untuk menjaga diri dan menjauhi aktivitas seksual sehingga bisa fokus pada studi yang tengah dijalani.
Ia menjelaskan bahwa penerima beasiswa akan menjalani tes keperawanan biasa sesuai aturan medis.
"Anak-anak yang telah diberikan beasiswa akan diperiksa setiap kali mereka kembali dari liburan. Beasiswa akan diambil jika mereka kehilangan keperawanan mereka," sambungnya.
Keputusan tersebut memicu kemaahan di kalangan kelompok hak asasi manusia. Salah satu kelompok HAM setempat, People Opposing Women Abuse (Powa) menyebut bahwa pemberian beasiswa itu mengejutkan para pembayar pajak.
"Powa terkejut mendengar bahwa gadis-gadis muda diuji keperawanannya untuk mendapatkan beasiswa. Itu adalah pelanggaran hak-hak mereka," kata direktur eksekutif kelompok Powa, Nonhlanhla Mokoena seperti dimuat
The Guardian (Sabtu, 23/1).
[mel]
BERITA TERKAIT: