Tokoh Syiah yang dimaksud adalah Sheikh Nimr al-Nimr. Ia dan 46 orang lainnya dieksekusi pada Sabtu lalu atas tuduhan penyerangan terkait terorisme.
Menyusul eksekusi tersebut, warga Iran yang geram segera menyerbu gedung Kedutaan Besar Arab Saudi di teheran dan merusak serta membakar sejumlah properti.
Menanggapi serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut bahwa seluruh diplomat Iran diharuskan meninggalkan Arab Saudi dalam kurun waktu 48 jam. Sedangkan diplomat Saudi di Tehera juga segera ditarik.
Kata Jubeir, keputusan tersebut diambil karena Arab Saudi tidak akan membiarkan Iran melemahkan sektor keamananannya.
"Sejarah Iran penuh gangguan negatif dan permusuhan dalam isu-isu Arab, dan selalu disertai dengan perusakan," katanya dalam konferensi pers seperti dimuat
BBC (Senin, 4/1).
Hubungan bilateral antara kedua negara diketahui sempat beberapa kali tegang akibat sejumlah isu dalam beberapa dekade terakhir, termasuk terkait program nuklir Iran dan kematian warga Iran pada musim haji pada tahun 1987 dan kembali terjadi pada 2015.
[mel]
BERITA TERKAIT: