Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di media pemerintah, Saudi menyebut bahwa telah ada pelanggaran yang dilakukan oleh Houthi dan milisi sekutu lainnya.
Koalisi menuduh Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menembakkan rudal balistik, menyerang pos perbatasan dan menembaki daerah-daerah sipil.
"Semua ini menunjukkan kurangnya keseriusan dan mengabaikan kehidupan sipil serta usaha mereka untuk mengambil keuntungan dari gencatan ," kata pernyataan tersebut seperti dimuat
BBC.
Namun demikian, koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut bahwa pihaknya masih tertarik untuk menciptakan kondisi yang tepat untuk menemukan dolusi damai.
Gencatan senjata di Yaman sendiri telah dilakukan sejak 15 Desember lalu, bersamaan dengan pembicaraan yang ditengahi PBB demi mengakhiri konflik Yaman. Konflik itu sendiri telah merenggut sekitar 6.000 ribu nyawa di Yaman sejak koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan misi Maret lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: