Pertemuan tersebut dilakukan antara Direktur Jenderal Asia dan Oceania Kementerian Luar Negeri Jepang Kimihiro Ishikane dan timpalannya dari Korea Selatan Lee Sang-deok.
Kedua pejabat sebenarnya telah melakukan pertemuan semacam itu lebih dari 10 putaran sejak April lalu.
Pertemuan tersebut merupakan permulaan dari pertemuan antar Menteri Luar Negeri kedua negara yang akan dilakukan esok hari (Senin, 28/12).
Kedua Menteri Luar Negeri tersebut juga akan fokus membahas masalah comfort woman.
Perlu diketahui, comfort woman merupakan istilah yang merujuk pada wanita-wanita korban perbudakan seksual semasa pendudukan Jepang. Pada masa itu, ribuan wanita Korea dipaksa menjadi budak seks prajurit Jepang.
Isu tersebut masih menjadi ganjalan dalam hubungan bilateral kedua negara. Korea Selatan menuntut permintaan maaf resmi dari Jepang dan menuntut kompensasi bagi mantan korban perbudakan seksual yang masih hidup maupun keluarganya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: