"Ini sebenanya langkah yang sangat baik karena hampir tidak memerlukan biaya sama sekali. Orang-orang yang mendukung langkah tersebut melakukannya secara sukarela," ujar Kay seperti dimuat
AsiaOne (Jumat, 31/7).
Kay mengaku, tujuannya membuat anime Isis-chan itu adalah untuk membanjiri mesin pencari dengan gambar tersebut. Dengan demikian, setiap ada yang mencari tahu soal ISIS, maka akan muncul gambar tersebut.
Pembuatan anime tersebut dilakukan agar mendistrosi fokus masyarakat sehingga bisa melemahkan pengaruh ISIS.
Isis-chan digambarkan sebagai seorang sosok wanita yang mengenakan pakaian terusan sepaha dan lengan panjang berwarna hitam. Ia pun mengenakan kaos kaki panjang berwarna hitam. Ia digambarkan sebagai seorang gadis muda dengan rambut sebahu berwarna hijau dan memiliki mata yang besar.
Pembuatan anime itu merupakan bagian dari gerakan melawan ISIS dan siapapun bisa membuat anime serupa asalkan mengikuti aturan yang diterapkan, yakni tidak menghina Islam atau agama lain dengan tidak membuat penggambaran soal simbol-simbol agama. Selain itu juga tidak membuat gambar soal sandera ISIS, militan ISIS ataupun gambar berbau pornografi.
Aturan tersebut dibuat untuk memastikan bahwa setiap anime yang dibuat tidak menyinggung publik.
[mel]
BERITA TERKAIT: