De Facto, Korea Selatan Bebas dari Penularan MERS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 28 Juli 2015, 11:12 WIB
<i>De Facto</i>, Korea Selatan Bebas dari Penularan MERS
ilustrasi/net
rmol news logo Perdana Menteri Korea Selatan Hwang Kyo-ah mendeklarasikan bahwa secara de facto, negeri ginseng telah terbebas dari penyebaran virus Middle East Respiratory Virus (Mers).

Kata Hwang, bila tidak ada infeksi baru selama 23 hari ke depan, Korea Selatan resmi terbebas dari MERS.

"Saya meminta masyarakat untuk menyingkirkan semua kekhatiwan akan MERS dan untuk melanjutkan kegiatan normal sehari-hari, termasuk ekonomi, budaya, olahraga, dan kegiatan sekolah," kata Hwang di Seoul (Selasa, 28/7).

Dalam kesempatan yang sama, Hwang juga meminta maaf atas penyebaran wabah tersebut yang telah merenggut 36 jiwa di Korea Selatan.

"Saya minta maaf kepada masyarakat karena menciptakan kekhawatiran dan ketidaknyaman," sambungnya seperti dimuat BBC.

Permintaan maaf itu disampaikan karena banyaknya kritik yang menyebut bahwa pemerintah Korea Selatan lambat dalam menangani penyebaran MERS. Pasalnya, banyak kasus penularan MERS justru terjadi di pusat-pusat kesehatan.

Namun demikian, badan kesehatan duna, WHO menyatakan bahwa MERS di Korea Selatan belum resmi berakhir.

Menurut juru bicara WHO di Manila, perlu waktu setidaknya 28 hari tanpa infeksi baru untuk bisa mengumumkan bahwa penularan MERS telah berhenti. Sementara itu di kasus MERS terakhir yang dikonfirmasi di Korea Selatan adalah pada tanggal 4 Juli. Hal itu berarti belum genap 28 hari. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA