Dalam laporan pertahanan setebal 429 halaman yang disetujui oleh kabinet pada Selasa (21/7) itu, digarisbawahi soal resiko keamanan Jepang yang telah memburuk akibat adanya ancaman dari sejumlah negara.
Di antaranya adalah ancaman nuklir Korea Utara, ancaman teroris kelompok militan ISIS, dan juga aktivitas maritim sepihak Tiongkok. Aktivitas maritim yang dimaksud adalah pembangunan gas dan minyak bawah laut di Laut China Timur.
Dalam laporan tersebut, pembahasan soal ancaman dari Tiongkok mengambil porsi sekitar sepertiga dari bab soal tren keamanan global yang mencakup delapan negara dan wilayah.
"Jepang sangat prihatin dengan tindakan Tiongkok, kita perlu menjaga pengawasan dengan cermat," kata laporan tersebut seperti dikutip
Reuters.
Laporan tersebut juga mengangkat soal kegiatan terbaru Tiongkok yakni reklamasi di Laut China Selatan sebagai bagian dari pemicu ketegangan regional.
Laporan itu dirilis menyusul upaya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk meloloskan peraturan kontroversial yang memungkinkan pasukan Jepang ikut bergabung dengan aktivitas militer asing di luar negeri untuk membela sekutu.
[mel]
BERITA TERKAIT: