Ledakan itu terjadi di wilayah Turki, sekitar 10 kilometer dari kota Kobani Suriah yang diduduki oleh kelompok militan ISIS.
Pelaku nekad bom bunuh diri itu sendiri diduga merupakan bagian dari ISIS. Ia meledakkan bom saat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok aktivis tengah berkumpul untuk membuat pernyataan kepada pers lokal terkait dengan rencana perjalanan mereka untuk membantu membangun kembali Kobani.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, seperti dimuat
Reuters, menegaskan bahwa Turki segera mengambil langkah yang diperlukan untuk melawan ISIS.
"Langkah-langkah kami di perbatasan dengan Suriah akan diperketat," jelasnya.
Media lokal mengabarkan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah seorang wanita berusia 18 tahun. Namun belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Serangan tersebut terjadi setelah Turki mengerahkan pasukan dan peralatan tambahan di sepanjang perbatasan dengan Suriah.
[mel]
BERITA TERKAIT: