Setelah Lima Dekade, Kuba dan AS Kembali Buka Kedutaan Besar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 20 Juli 2015, 12:03 WIB
Setelah Lima Dekade, Kuba dan AS Kembali Buka Kedutaan Besar
kuba-as/net
rmol news logo Setelah lebih dari lima dekade terakhir ditutup, Kuba dan Amerika Serikat akhirnya akan kembali membuka keduataan besarnya di Washington dan Havana.

Menurut Presiden Kuba, Raul Castro, dibukanya kembali masing-masing kedutaan besar merupakan langkah simbolis dari jalan panjang hubungan kedua negara.

Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyebut bahwa sesungguhnya masih ada masalah bilateral yang menjadi pekerjaan rumah kedua negara.

Masalah yang dimaksud merujuk pada pembatasan bagi warga Amerika Serikat yang hendak melakukan perjalanan ke Kuba. Selain itu, Amerika Serikat juga masih menerapkan embargo yang melarang sebagian besar perusahaan Amerika Serikat untuk melakukan bisnis ke Kuba.

Kuba sendiri mengatakan bahwa embago tersebut tak ubahnya adalah blokade yang sangat merusak ekonomi Kuba.

Karena itulah, Castro mendesak Obama untuk segera menghapus embargo tersebut. Ia menilai hal itu adalah batu sandungan utama menuju normalisasi hubungan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kongres Amerika Serikat masih melakukan pembahasan.

Sementara itu, seperti dimuat BBC, langkah lain yang ditempuh oleh kedua negara dalam mecairkan kebekuan hubungan adalah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Washington pada hari ini (Senin, 20/7). [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA