Gambar yang diambil oleh satelit dari orbit geostasioner 22.240 mil (35,790km) dari planet pada 7 Oktober 2014 lalu itu dipublikasikan tanpa adanya peningkatan citra ataupun filter.
Tangkapan gambar beresolusi tinggi itu juga menyoroti rincian lainnya di bumi, termasuk awan, lautan, dan gurun Australia.
Himawari-8 sendiri diorbitkan untuk menangkap gambar setiap menit guna melacak cuaca dengan lebih akurat.
Himawari-8 sebenarnya adalah satu dari dua satelit kembar yang akan digunakan untuk memberikan pengamatan di kawasan Asia Timur dan Pasifik Barat. Satelit berikutnya, yang disebut dengan Himawari-9, akan diluncurkan pada tahun 2016.
Namun demikian warna bumi sendiri mungkin tampak berbeda bila dilihat langsung oleh mata telanjang manusia.
Selama ini, seperti dimuat
Daily Mail (Rabu, 15/7), kebanyakan gambar bumi yang dipublikasikan telah melalui proses koreksi agar nampak seperti warna bumi bila dilihat langsung oleh mata manusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: