WikiLeaks: AS Mata-matai Tiga Presiden Perancis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 24 Juni 2015, 12:23 WIB
WikiLeaks: AS Mata-matai Tiga Presiden Perancis
wikileaks/net
rmol news logo Badan intelijen Amerika Serikat (NSA) telah memata-matai Presiden Perancis, mulai dari Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy hingga Francois Hollande selama periode 2006 hingga 2012.

Begitu kata dokumen yang dibocorkan oleh WikiLeaks dalam file berjudul "Espionnage Elysee" seperti dimuat BBC (Rabu, 24/6). Judul tersebut merujuk pada nama istana presiden Perancis.

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa NSA menargetkan pengawasan komunikasi tiga Presiden Perancis dan juga sejumlah menteri serta duta besarnya di Amerika Serikat.

Salah satu dokumen yang dibocorkan adalah komunikasi Hollande pada tahun 2012 lalu yang membahas soal kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro.

Dokumen lain yang dibocorkan adalah pada tahun 2011 yang menyatakan bahwa Sarkozy bertekad untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina tanpa melibatkan Amerika Serikat.

Belum jelas apakah di balik bocoran dokumen itu ada peran mantan kontraktor NSA Edward Snowden atau tidak.

"Orang-orang Perancis memiliki hak untuk tahu bahwa pemerintah terpilih mereka tunduk pada pengawasan dari sekutu," kata pendiri WikiLeaks Julian Assange.

Belum ada konfirmasi lebih lanjut soal keaslian dokumen tersebut dari Amerika Serikat. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA