Langkah itu diambil menyusul kasus penembakan yang dilakukan seorang pemuda bernama lalu, Dylann Roof di gereja Emanuel kuno Afrika-Amerika. Dalam kasus itu, sembilan orang jemaat gereja meregang nyawa.
Pelaku yang masih berusia 21 tahun itu diketahui pernah beberapa kali berfoto dengan bendera konfederasi tersebut. Namun foto yang dibuat tidak seperti foto biasa, ia berfoto sambil menenteng senjata api.
Perlu diketahui, bendera konfederasi merupakan simbol yang digunakan di Amerika Serikat bagian selatan selama perang sipil saat negara-negara di selatan mencoba untuk melepaskan diri demi menghindari penghapusan perbudakan. Hal itu dipandang sebagai simbol supremasi kulit putih yang terjadi di negara pada saat itu.
Sejumlah foto Dylann yang menyebar secara online itu memperkuat asumsi yang menyebut bahwa aksi nekadnya dilakukan atas motif rasisme.
Hal itu lah yang membuat Haley menilai bahwa bendera konfederasi merupakan simbol yang memisahkan masyarakatnya saat ini. Karena itulah ia mendesak legislatif untuk bertindak dengan menurunkan bendera konfederasi yang berkibar di halaman gedung parlemen.
"Setiap orang kulit hitam yang saya ajak bicara mengatakan bahwa mendera harus disingkirkan, karena mereka merasa terlalu terikat dengan waktu di mana negara itu terpisah secara rasial," ujar Dylann seperti dimuat
BBC (Selasa, 23/6).
[mel]
BERITA TERKAIT: